Pernah nggak sih kamu lagi asyik-asyiknya mengemas barang di kamar, mendengarkan lagu melow, lalu tiba-tiba melamun menatap koper yang sudah setengah penuh? Di satu sisi, baju-baju liburan yang estetik sudah rapi tertata. Sementara itu, pandanganmu mendadak tertuju ke sudut meja kamar. Di sana, sebuah gawai kecil yang biasa menemani waktu santaimu, rokok elektrik atau yang akrab dipanggil vape, seolah ikut menatapmu pasrah, menunggu kejelasan nasib apakah dia bakal diajak liburan atau tidak.
Bagi seorang vaper yang juga hobi jalan-jalan, dilema terbesar saat mau naik pesawat terbang bukan cuma soal takut bagasi overweight, tapi juga ketakutan kalau-kalau perangkat kesayangannya bakal disita petugas Avsec (Aviation Security) di bandara. Bayangkan betapa galaunya kalau sesampainya di destinasi impian, kamu nggak bisa menikmati momen sore hari yang syahdu karena gawai andalanmu tertinggal atau, lebih buruk lagi, berakhir di tempat sampah pemeriksaan bandara. Hubungan cinta-benci antara traveler dan aturan penerbangan memang sering bikin pusing tujuh keliling.
Sebenarnya, apakah membawa vape atau pods ke dalam pesawat itu diperbolehkan? Jawabannya: Boleh banget, asalkan kamu tahu celah hukum dan aturan mainnya. Nah, biar liburanmu nggak berujung drama air mata di terminal keberangkatan, yuk kita kuliti habis panduan lengkap, aturan resmi, hingga tips antibocor membawa rokok elektrik di atas awan berikut ini!
Sebelum kita masuk ke daftar dokumen dan tips praktis, mari kita pahami dulu alasan di balik ketatnya aturan ini. Maskapai penerbangan bukan sedang mencoba menjadi orang tua yang protektif atau ingin merusak kebahagiaan liburanmu. Ini murni masalah fisika, kimia, dan keselamatan nyawa ratusan orang di dalam burung besi tersebut.
Dua komponen utama pada rokok elektrik adalah baterai (biasanya jenis litium-ion) dan cairan (liquid). Di dalam dunia penerbangan, kedua benda ini masuk dalam kategori komoditas yang punya potensi bahaya jika tidak ditangani dengan benar.
Baterai litium-ion punya risiko mengalami thermal runaway alias panas berlebih yang bisa memicu percikan api atau ledakan jika tertekan, korsleting, atau terpapar suhu ekstrem. Sementara itu, cairan vape adalah zat kimia cair yang sensitif terhadap perubahan tekanan udara. Ketika pesawat menanjak ke ketinggian 36.000 kaki, tekanan udara di dalam kabin akan berubah drastis, dan hal ini bisa membuat tangki atau katrid yang tertutup rapat menjadi bocor atau bahkan pecah.
Oleh karena itu, organisasi penerbangan internasional maupun domestik membuat aturan yang sangat rigid. Tujuannya satu: memastikan kalaupun terjadi kendala teknis atau percikan api pada baterai, kru kabin bisa langsung mendeteksi dan memadamkannya dengan cepat. Sesuatu yang mustahil dilakukan jika komponen tersebut ditaruh di dalam bagasi kargo yang tertutup rapat di bawah perut pesawat.
Secara internasional, aturan mengenai barang bawaan berbahaya (Dangerous Goods) diatur oleh ICAO (International Civil Aviation Organization) dan IATA (International Air Transport Association). Di Indonesia sendiri, aturan ini diadopsi secara ketat oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.
Berdasarkan regulasi keselamatan penerbangan, aturan baku untuk rokok elektrik adalah sebagai berikut:
Mari kita perjelas bagian ini karena di sinilah sebagian besar traveler pemula sering melakukan blunder fatal. Mengetahui kompartemen yang tepat bukan cuma menyelamatkan perangkatmu dari penyitaan, tapi juga menghindarkan kamu dari interogasi panjang yang bikin malu di depan antrean penumpang lain.
Salah satu kesalahan fatal yang sering dilakukan traveler pemula adalah memasukkan perangkat baterai ke dalam koper bagasi. Aturan penerbangan dengan tegas mewajibkan semua jenis baterai litium, termasuk perangkat Pods atau rokok elektrik, wajib dibawa ke dalam tas kabin demi alasan keselamatan mencegah risiko kebakaran. Jika kamu nekat menaruhnya di dalam koper bagasi check-in, bersiaplah mendengarkan namamu dipanggil melalui pengeras suara bandara untuk membongkar koper di ruang khusus pemeriksaan. Bukannya langsung santai di ruang tunggu sambil minum kopi, kamu malah harus sibuk membongkar tumpukan baju harianmu yang sudah dilipat rapi demi mengambil satu gawai kecil. Mengesalkan, bukan?
Jadi, mari kita buat aturan praktis yang mudah diingat:
Nah, masalah bodi dan baterai sudah selesai. Sekarang bagaimana dengan cairan alias liquid-nya? Ini juga ada aturan mainnya sendiri yang mengacu pada regulasi LAGs (Liquids, Aerosols, and Gels) dalam penerbangan internasional dan domestik.
Jika kamu membawa botol liquid ke dalam kabin pesawat, pastikan kamu mematuhi aturan pembatasan cairan berikut:
Pernah nggak kamu mengalami momen menyebalkan di mana sesampainya di kota tujuan, pas merogoh kantong tas, tanganmu mendadak lengket dan bau aroma manis buah-buahan? Pas dicek, ternyata katrid atau tangki vapemu sudah banjir bandang. Selamat, kamu baru saja menjadi korban dari hukum fisika tekanan udara pesawat!
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, perbedaan tekanan udara di ketinggian akan memaksa udara di dalam katrid menekan cairan keluar melalui celah sekecil apa pun, termasuk melalui lubang sirkulasi udara (airflow). Untuk mencegah bencana lengket ini, berikut adalah beberapa tips ninja yang bisa kamu praktikkan:
Ini adalah cara paling aman dan seratus persen manjur. Sebelum mengantre di pintu masuk bandara, habiskan sisa cairan yang ada di dalam katrid atau tangki perangkatmu. Biarkan wadah tersebut benar-benar kosong melompong selama penerbangan. Kamu bisa mengisi ulang cairan baru nanti setelah mendarat dengan selamat di bandara tujuan.
Jangan pernah membiarkan katrid tetap terpasang atau Menempel pada bodi baterai selama penerbangan. Lepaskan katrid tersebut, lalu bungkus secara terpisah menggunakan tisu kering, kemudian masukkan ke dalam kantong plastik ziplock. Jika terjadi kebocoran akibat tekanan udara, cairan tidak akan langsung mengenai komponen elektronik atau pin konektor baterai yang bisa menyebabkan kerusakan permanen atau korsleting.
Jika kamu terpaksa membawa katrid yang masih ada isinya (misalnya tipe katrid sekali pakai yang tidak bisa dikosongkan), posisikan katrid tersebut secara terbalik dengan bagian lubang isap menghadap ke bawah, atau pastikan posisi lubang udara (airflow) berada di posisi atas. Hal ini membantu meminimalkan tekanan udara yang mendorong cairan keluar melewati sumbu kapas.
Ini adalah bagian paling krusial yang menyangkut hukum pidana dan keselamatan bersama. Kami tidak akan bosan-bosan mengingatkan: Jangan pernah, sekali pun, mencoba untuk menggunakan vape atau pods di dalam pesawat terbang, termasuk di dalam toilet kabin.
Mungkin kamu pernah mendengar istilah “stealth vaping” alias teknik menghisap vape secara sembunyi-sembunyi lalu menahan uapnya di dalam paru-paru sampai tidak ada asap yang keluar sama sekali. Tolong, singkirkan jauh-jauh pikiran itu saat berada di dalam pesawat. Tindakan konyol ini bukan cuma egois, tapi juga ilegal dan sangat berbahaya.
Kenapa? Toilet pesawat dilengkapi dengan alat pendeteksi asap (smoke detector) yang sangat sensitif. Alat ini bekerja menggunakan sensor inframerah atau partikel udara. Uap yang dihasilkan dari rokok elektrik memiliki kerapatan molekul yang bisa dengan mudah memicu alarm detektor asap bandara berbunyi.
Jika alarm toilet pesawat berbunyi di ketinggian ribuan kaki, seluruh kru kabin akan langsung masuk ke dalam mode darurat karena mengira ada kebakaran di dalam pesawat. Efek domino dari tindakan gegabah ini sangat mengerikan:
Jadi, belajarlah menahan diri. Anggap saja durasi penerbangan sebagai momen detoksifikasi atau latihan kesabaran. Momen menikmati uap manis akan terasa jauh lebih nikmat ketika kamu sudah keluar dari gedung bandara tujuan dengan tenang tanpa perlu dikawal petugas keamanan.
Sebelum menutup koper dan memesan taksi menuju bandara, ada satu pekerjaan rumah lagi yang tidak boleh kamu lewatkan: riset hukum lokal terkait rokok elektrik di tempat tujuan.
Aturan penerbangan di dalam pesawat memang seragam di seluruh dunia, namun hukum kepemilikan dan penggunaan vape di darat sangat berbeda di tiap negara. Jangan sampai kamu lolos dari pemeriksaan bandara asal, tapi justru ditangkap di bandara tujuan karena negara tersebut melarang keras keberadaan rokok elektrik.
Sebagai contoh, beberapa negara tetangga di Asia Tenggara memiliki aturan yang sangat ekstrem terkait hal ini:
Oleh sebab itu, pastikan kamu selalu memperbarui informasi mengenai regulasi negara atau daerah yang akan kamu kunjungi. Jika destinasi tujuanmu melarang keras vape, pilihan terbaik dan paling bijak adalah meninggalkan perangkat kesayanganmu di rumah demi liburan yang aman, damai, dan bebas dari rasa cemas.
Membawa pods atau rokok elektrik saat jalan-jalan sebenarnya bukan hal yang rumit, kok. Kuncinya hanya terletak pada kedisiplinan kita untuk mematuhi regulasi yang sudah ditetapkan demi keselamatan bersama. Ingat formula sederhananya: bodi dan baterai wajib masuk kantong kabin, cairan diatur volumenya, matikan daya perangkat selama terbang, dan jangan pernah nekat menggunakannya di dalam toilet pesawat.
Dengan menerapkan langkah-langkah edukatif di atas, kamu tidak perlu lagi merasa galau atau waswas setiap kali tas ranselmu melewati mesin pemindai X-ray bandara. Perangkat aman, hati tenang, dan kamu pun siap mengeksplorasi destinasi baru dengan senyuman lebar.
Selamat merencanakan liburan, jaga keselamatan, dan salam jalan-jalan dari Travel Galau!
Dian Ravi. Muslimah travel blogger Indonesia. Jakarta. Part time blogger, full time day dreamer. Pink addict, but also love toska. See, even I cannot decide what’s my favorite color is.Mau bikin bahagia, cukup ajak jalan dan foto-foto.
Imagine you’ve just checked into a luxury villa for rent in bali. You’re excited for…
Momen libur panjang, contohnya saat libur lebaran, libur sekolah, atau libur akhir tahun, sering kali…
Perkembangan kendaraan listrik di Indonesia semakin pesat dalam beberapa tahun terakhir. Dukungan pemerintah, meningkatnya kesadaran…
Dalam beberapa tahun terakhir, olahraga padel semakin populer di Indonesia, terutama di kalangan urban dan…
Setelah seharian beraktivitas di Seminyak, tubuh tentu membutuhkan istirahat. Kaki terasa pegal, bahu kaku, dan…
Bondowoso, bagi banyak orang, adalah kota yang menawarkan pelukan ketenangan. Di sini, waktu seolah berjalan…