Pernah ga sih, ngerasa kerjaan lagi segunung, tapi otak rasanya udah mentok? Mau ngetik satu paragraf aja susahnya bukan main. Aku akhir-akhir ini lagi di fase itu banget. Duduk di depan laptop dari pagi sampai sore, tapi progress kerjaan cuma jalan dua baris. Yang lebih sering kulakuin malah bikin kopi sachet, kayaknya berharap ide bisa muncul dari aroma kopi instan.
Aku tahu aku butuh suasana baru. Tapi mau ke mana, ya? Kerja di rumah tuh kadang terlalu nyaman sampai malah jadi nggak produktif. Nah, di tengah kegalauan itu, temen-temen blogger tiba-tiba ngajak nongkrong bareng. Katanya ada coffee shop baru yang lagi rame dibahas di Bekasi, The Flag Coffee.
Awalnya aku cuma “oh” aja, karena di Bekasi kan sekarang udah banyak banget coffee shop. Tapi pas aku liat lokasinya di sekitaran Jatibening, aku langsung mikir: wah ini deket banget dari rumah! Nggak perlu jauh-jauh ke Jakarta cuma buat cari suasana kerja baru.
Dan buat yang rumahnya agak jauh pun, tenang, The Flag Coffee ini cuma sekitar 1 km dari Stasiun LRT Cikunir 1. Jadi kalau kamu tipe pekerja commuter yang sering bolak-balik naik LRT, mampir ke sini tuh gampang banget. Dari stasiun tinggal naik ojek bentar, udah langsung sampai.
Begitu aku sampai di sana, perasaan sumpek langsung hilang. Dari luar aja, bangunannya udah kelihatan modern tapi tetap hangat. Ada jendela besar, pencahayaan alami yang lembut, dan aroma kopi yang langsung nyambut begitu pintu dibuka.
Di momen itu, aku langsung tahu, this is gonna be my next work spot.
Begitu sampai di depan The Flag Coffee, aku langsung ngerasa, this place is made for WFC! Dari luar, bangunannya terlihat modern tapi sederhana, khas deretan ruko yang disulap jadi coffee shop kekinian. Tapi begitu melihat logo khas The Flag di kaca besar depannya, aku langsung merasa tempat ini punya sesuatu yang beda, suasana tenang tapi tetap hidup.
Begitu pintu aku buka, aroma kopi baru diseduh langsung menyambut. Wangi khas biji kopi yang baru digiling itu langsung bikin suasana hati membaik. Rasanya kayak semua beban kerja tadi pagi mendadak agak ringan. Di balik bar, terlihat toples-toples besar berisi aneka biji kopi tersusun rapi, Gayo, Toraja, Kintamani, sampai Flores. Aku sempat berhenti sejenak cuma buat ngeliat warna-warnanya yang cantik. Di situ aku tahu, tempat ini nggak main-main soal kopi.
Bagian dalamnya nggak terlalu luas, tapi non-smoking area di lantai satu terasa nyaman. Ada beberapa meja kayu yang ditata rapi, pencahayaan alami masuk lewat jendela besar di sisi depan, memberi cahaya lembut yang bikin suasana terasa hangat dan tenang.
Meski tanpa colokan di setiap meja, vibe-nya tetap enak buat kerja beberapa jam atau sekadar nulis sambil ngopi. Apalagi ada Wi-Fi yang bisa diakses pengunjung, koneksinya juga cukup stabil buat buka dokumen online, kirim email, bikin artikel, atau sekadar scroll ide di Pinterest sambil nunggu inspirasi datang.
Naik ke lantai dua, suasananya sedikit berbeda. Di sini smoking area berada, tapi tetap tertata rapi dan nggak sumpek. Nah, di lantai yang sama juga ada meeting room yang bisa disewa. Ruangannya tertutup dan nyaman, pas banget buat kamu yang butuh tempat private buat diskusi atau rapat kecil. Meeting room ini bisa disewa satu jam, dengan minimal pemesanan Rp100.000 aja, lumayan banget buat kerja bareng tim tanpa harus sewa coworking space mahal.
Masih di lantai dua, tersedia juga mushola kecil tapi bersih. Ini poin penting buatku, karena nggak banyak coffee shop yang mikirin kenyamanan pengunjung sampai ke hal-hal seperti ini. Jadi, kamu bisa ngopi, kerja, bahkan ibadah dengan tenang di satu tempat.
Dari suasana, aroma kopi, sampai detail kecil seperti pencahayaan dan tata ruangnya, semuanya terasa pas. The Flag Coffee mungkin nggak besar, tapi punya karakter yang hangat dan bikin betah. Tempat yang kelihatannya sederhana ini ternyata punya paket lengkap buat siapa pun yang nyari suasana baru buat kerja, atau sekadar menenangkan pikiran sambil menyeruput kopi yang enak.
Nah, bagian paling penting nih, makanannya. Karena, jujur aja, apa artinya nongkrong di coffee shop tanpa mencicipi menu andalannya?
Pilihan menu di The Flag Coffee cukup beragam. Ada minuman kopi untuk para pencinta kafein sejati (seperti aku), minuman non-kopi buat yang ingin sesuatu yang ringan, dan berbagai camilan yang cocok menemani kerja atau ngobrol santai. Setelah menelusuri daftar menunya, pilihanku jatuh pada Butterscotch Latte. Begitu disajikan, aromanya langsung menggoda. Rasanya lembut, manisnya pas, dan ada sensasi gurih karamel di akhir tegukan yang bikin energi langsung terisi lagi.
Tapi, kerja tanpa camilan itu rasanya seperti nonton drama tanpa subtitle, hampa. Karena kami datang ramai-ramai, jadilah sesi work from cafe berubah sedikit jadi sesi icip-icip. Kami memesan beberapa menu camilan yang kelihatan menggoda di daftar menu:
Pertama, dimsum original dan dimsum mentai. Teksturnya lembut, isiannya terasa, dan saus mentainya punya perpaduan rasa gurih dan creamy yang pas. Lalu ada mix platter, pilihan aman buat yang datang berkelompok. Isinya beragam dan porsinya cukup banyak untuk dibagi-bagi. Dan terakhir, ubi brulee yang langsung jadi favorit di meja. Lapisan karamel di atasnya renyah, sementara ubinya lembut dan manisnya pas, perpaduan sederhana yang bikin susah berhenti nyendok.
Harga menunya pun ramah di kantong. Rasanya sepadan dengan kualitas dan suasana yang ditawarkan. Di sini, kamu bisa duduk lama, kerja santai, sambil menikmati makanan enak tanpa khawatir tagihan bikin kaget di akhir.
Buat para pencinta kopi sejati, ada satu hal menarik yang nggak boleh dilewatkan di The Flag Coffee. Di balik meja bar yang rapi, deretan toples-toples besar berisi biji kopi pilihan tersusun cantik. Aku sempat berdiri beberapa menit hanya untuk memperhatikan warnanya yang beragam, ada yang cokelat muda, ada yang lebih gelap dan pekat. Masing-masing biji punya aroma khasnya sendiri, seolah menyimpan cerita dari kebun kopi di berbagai penjuru Indonesia.
Ternyata, semua biji kopi itu bisa dibeli untuk dibawa pulang. Pilihannya pun banyak, dari Garut, Lampung, Toraja, Kintamani, sampai Flores. Kamu tinggal pilih mana yang paling cocok dengan seleramu, lalu minta baristanya untuk digiling langsung sesuai kebutuhan, mau buat tubruk, V60, atau mesin espresso di rumah, mereka paham banget takaran yang pas.
Biji kopinya segar dan aromatik, persis seperti yang mereka seduh di kafe. Cocok banget buat kamu yang pengen stok kopi harian tanpa kehilangan cita rasa khas The Flag Coffee. Rasanya tetap konsisten, bahkan saat diseduh sendiri di rumah.
Dan tentu saja, sebelum dibawa pulang, jangan lupa mampir dulu ke kasir. Kadang aroma kopi yang menggoda bisa bikin terlalu semangat sampai hampir lupa bayar, pengalaman pribadi yang nyaris terjadi kalau baristanya nggak sempat nyapa duluan.
Yang aku suka dari The Flag Coffee adalah suasananya yang bisa menyesuaikan mood. Aku datang di jam-jam pagi menuju siang, dan suasananya terasa tenang, adem, dan bikin betah. Musiknya mengalun pelan, cukup buat menemani kerja tanpa ganggu fokus. Beberapa meja sudah diisi orang-orang yang sibuk dengan laptopnya, tapi tetap terasa santai dan nggak bising.
Meskipun bagian dalamnya tidak terlalu luas, pencahayaan di sini juara. Sinar matahari dari jendela depan membuat ruangan terasa hidup tanpa perlu lampu terang, sempurna buat yang suka suasana alami. Lighting-nya juga bikin hasil foto terlihat cantik dan hangat, cocok banget buat kamu yang suka mengabadikan momen WFC atau sekadar foto kopi buat diunggah ke Instagram.
Kami hanya sampai siang di sana, tapi dari vibe-nya, aku bisa bayangkan kalau sore hari suasananya pasti makin ramai dengan obrolan ringan para pengunjung. The Flag Coffee memang bukan kafe besar dengan area outdoor, tapi suasana di dalamnya sudah cukup untuk bikin siapapun betah berlama-lama, entah buat kerja, ngobrol, atau sekadar recharge energi di tengah rutinitas.
Selain area duduk dan meeting room, fasilitas di The Flag Coffee juga lengkap banget:
Dengan fasilitas selengkap ini, harga menu dan sewa meeting room-nya tergolong ramah di kantong. Enggak heran kalau tempat ini cepat jadi favorit para pekerja remote, freelancer, mahasiswa, bahkan komunitas kecil yang sering kumpul bareng.
Buat kamu yang penasaran, The Flag Coffee berlokasi di Jl. Raya Panggung No.27, RT.005/RW.003, Kel. Jatibening, Kec. Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat 17412. Letaknya strategis banget dan mudah dijangkau dari mana saja.
Kalau naik transportasi umum, kamu bisa turun di Stasiun LRT Cikunir 1, lalu lanjut jalan kaki sebentar atau pesan ojek online, jaraknya cuma sekitar 1 km dari stasiun. Praktis banget buat kamu yang datang dari luar Bekasi dan pengen cari tempat work from cafe tanpa ribet.
Buat yang bawa kendaraan pribadi, tenang aja. Terdepat area parkir di depannya, jadi nggak perlu muter-muter cari tempat. Lokasinya juga ada di pinggir jalan utama, jadi gampang banget ditemukan tanpa harus buka maps berulang kali.
Tempatnya mungkin terlihat sederhana dari luar, bangunan dua lantai bergaya modern seperti ruko, tapi begitu masuk, suasananya langsung berubah jadi hangat dan inviting.
Kadang, yang kita butuhin tuh bukan liburan jauh atau gadget baru, cukup suasana yang beda biar semangat kerja balik lagi. Dan hari itu, aku nemuin jawabannya di The Flag Coffee.
Dari aroma kopi yang menyambut sejak pintu dibuka, suasana tenang di lantai satu, sampai tawa kecil bareng teman blogger di sela kerjaan, semuanya terasa pas. Tempat ini berhasil ngasih keseimbangan antara produktif dan santai, antara kerja dan recharge.
Harga menunya juga ramah di kantong, jadi nggak ada alasan buat buru-buru pulang. Apalagi dengan fasilitas lengkap, ada meeting room, area non-smoking yang nyaman, dan pilihan coffee beans segar buat dibawa pulang.
Jadi kalau kamu lagi butuh tempat buat work from cafe di Bekasi, yang bisa bikin fokus tapi tetap terasa hangat kayak nongkrong di rumah teman sendiri, coba deh mampir ke The Flag Coffee. Siapa tahu, inspirasi yang selama ini nyempil entah di mana, akhirnya muncul di antara aroma kopi dan bunyi sendok kecil yang beradu dengan cangkir.
The Flag Coffee
Alamat: Jl. Raya Panggung No.27, RT.005/RW.003, Kel. Jatibening, Kec. Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat 17412
Jam buka: 07.00 - 22.00 WIB
Harga: Rp 16.000 - Rp 30.000
Instagram: @TheFlag_Coffee
x.o.x.o
Dian Ravi. Muslimah travel blogger Indonesia. Jakarta. Part time blogger, full time day dreamer. Pink addict, but also love toska. See, even I cannot decide what’s my favorite color is.Mau bikin bahagia, cukup ajak jalan dan foto-foto.
Siapa bilang Pacitan cuma tentang gua yang sunyi atau pantai yang kelihatan tenang dari kejauhan?…
Using a monthly villa as your declared address is possible with several institutions in Bali,…
Ada kota yang cukup dikunjungi sekali, lalu selesai. Ada juga yang dua kali, habis itu…
Menjelang akhir 2025, aku mulai berdamai dengan satu keputusan besar: 2026 sepertinya bukan tahun penuh…
Aku selalu bilang ke teman-teman, jalan-jalan itu bukan cuma soal destinasi, tapi soal menemukan hal-hal…
Persaingan dalam bisnis rental mobil terus meningkat setiap tahun. Penyewa tidak hanya mencari kendaraan yang…
View Comments
Wah, belum pernah ke The Flag Coffee, tapi setelah baca ini langsung pengen coba buat bawa laptop dan kerja di sana.
Tempatnya kelihatan cozy banget, teh. Cocok buat kerja santai sekaligus nongkrong bareng teman.
Pencahayaan dan interiornya sepertinya pas banget untuk sesi brainstorming atau nulis artikel.
Senang ada rekomendasi cafe di Bekasi yang memang ramah buat WFC, banyak banget coworking cafe tapi enggak semuanya nyaman.
Apresiasi banget kalau memang ada Wi-Fi stabil dan colokan di tiap meja, itu penting banget kalau mau kerja dari kafe. Semoga bakal kejadian deh.
Menu kopinya menarik! Kalau banyak varian non-kopi, makin asyik untuk teman kerja lama.
Asiknya, tempat ini bisa jadi ruang produktif sekaligus tempat santai: win-win banget.
Interiornya tidak berlebihan tapi tetap estetik, menurutku itu lebih “nyaman kerja” daripada yang super instagramable.
Aku suka bahwa ada area non-smoking dan kemungkinan area duduk yang tenang, jadi bisa fokus kerja.
Lokasinya di Bekasi, tapi terasa kayak kafe di kota besar. Keren banget!
Saya bayangkan diri saya mengetik di laptop sambil dengerin alunan mesin espresso … suasana ideal banget.