bismillahirrahmanirrahim,
Hari gini enggak punya rekening bank?
Sebenarnya hal ini bukan hal yang enggak biasa sih, masih banyak kok masyarakat Indonesia yang tidak memiliki rekening bank. Uniknya, tak sedikit masyarakat Indonesia yang tidak memiliki rekening bank ini merupakan pelaku UMKM. Kok bisa? Bisa dong.
Salah satunya adalah Bayu, salah satu warga di pinggiran Surabaya. Seperti kebanyakan penduduk di sana, Bayu tidak memiliki rekening bank. Tapi Bayu memiliki usaha warung kecil yang ia kelola melalui aplikasi dompet digital.
Seperti kebanyakan pelaku UMKM, tentunya Bayu juga ingin mengembangkan usaha warung kecilnya. Namun, Bayu tidak dapat mengajukan pinjaman bank untuk bisnis warungnya karena bank tidak memiliki informasi yang memadai tentang identitasnya untuk melakukan pemeriksaan latar belakang identitas Bayu. Pastinya ini akan menghambat mata pencaharian Bayu.
Lantas, bagaimana nasib Bayu dan pelaku UMKM lainnya yang tidak memiliki rekening bank tapi memiliki rekening digital? Apakah enggak ada solusinya?
Pernah mendengar istilah Open Finance? Open Finance adalah pertukaran data keuangan konsumen yang disetujui dan diamankan antara lembaga keuangan, guna menghubungkan kumpulan data tersebut dengan kumpulan data lainnya. Hal ini memungkinkan data pribadi kita diproses dengan cara yang menguntungkan.
Meski tidak memiliki rekening bank, tapi Bayu memiliki aset digital. Karena ketika Bayu mendaftarkan dirinya pada beberapa platform keuangan digitail, ia juga memberikan data pribadi kita ke beberapa platform keuangan. Informasi data ini sebenarnya tidak semata-mata dapat menguntungkan konsumen. Makanya, banyak platform atau perusahaan yang sangat berhati-hati dalam menggunakan data pelanggan agar dapat terhindar dari persaingan.
Dengan menggunakan konsep Open Finance, produk Finantier dapat memudahkan fintech platform dan lembaga keuangan lainnya untuk lebih memahami konsumen dan meningkatkan akses keuangan bagi mereka, khususnya yang tidak memiliki rekening bank di Indonesia.
Salah satu produk Verifikasi Identitas milik Finantier, dapat mengumpulkan data lebih dari 95% platform keuangan di Indonesia untuk memungkinkan perusahaan memverifikasi identitas penggunanya dengan cara yang lebih cepat dan efisien. Produk ini pun dapat membantu perusahaan untuk memvalidasi identitas konsumen yang tidak memiliki rekening bank dengan mengakses data platform keuangan alternatif seperti pemberi pinjaman P2P.
Adanya Verifikasi Indentitas milik Finantier ini akan memudahkan para konsumen seperti Bayu dan pelaku UMKM lainnya untuk mengakses layanan keuangan yang sebelumnya hanya tersedia bagi mereka yang memiliki rekening bank. Alhamdulillah ya, ada solusi untuk terus mengembangkan usaha mereka.
Calling for all bloggers!! Ada lomba blog dari Finantier dengan tema #FinantierForBetterFuture C’mon pada ikutan, ramaikan, dan raih hadiahnya.
Tema: #FinantierForBetterFuture [Kerangka Dasar Artikel dapat diakses disini > http://bit.ly/FinantierForBetterFuture
Good luck, guys!
x.o.x.o
Dian Ravi. Muslimah travel blogger Indonesia. Jakarta. Part time blogger, full time day dreamer. Pink addict, but also love toska. See, even I cannot decide what’s my favorite color is.Mau bikin bahagia, cukup ajak jalan dan foto-foto.
Imagine you’ve just checked into a luxury villa for rent in bali. You’re excited for…
Momen libur panjang, contohnya saat libur lebaran, libur sekolah, atau libur akhir tahun, sering kali…
Perkembangan kendaraan listrik di Indonesia semakin pesat dalam beberapa tahun terakhir. Dukungan pemerintah, meningkatnya kesadaran…
Dalam beberapa tahun terakhir, olahraga padel semakin populer di Indonesia, terutama di kalangan urban dan…
Setelah seharian beraktivitas di Seminyak, tubuh tentu membutuhkan istirahat. Kaki terasa pegal, bahu kaku, dan…
Bondowoso, bagi banyak orang, adalah kota yang menawarkan pelukan ketenangan. Di sini, waktu seolah berjalan…