Home Living

Transformasi IKEA PAX Jadi Walk-in Closet Minimalis untuk Rumah Tipe 36–45

Banyak pemilik rumah tipe 36–45 berpikir bahwa walk-in closet hanya cocok untuk rumah besar. Padahal, dengan perencanaan yang tepat, ruang penyimpanan pakaian yang nyaman dan rapi tetap bisa diwujudkan meski di rumah berukuran terbatas. Salah satu solusi yang cukup populer dan mudah diterapkan adalah memanfaatkan sistem lemari IKEA PAX.

IKEA PAX dikenal sebagai lemari modular yang bisa disesuaikan dengan berbagai kebutuhan dan ukuran ruangan. Berkat fleksibilitasnya, PAX sering digunakan untuk proyek DIY (do it yourself) dan bahkan diubah menjadi walk-in closet minimalis, seperti yang banyak dibagikan di komunitas inspirasi IKEA Hackers.

Kenapa IKEA PAX Cocok untuk Rumah Kecil?

Bagi rumah tipe 36–45, setiap sudut ruangan sangat berharga. IKEA PAX dirancang agar bisa memaksimalkan ruang secara vertikal, sehingga penyimpanan tidak memakan banyak area lantai. Selain itu, pemilik rumah bebas memilih susunan rak, gantungan baju, hingga laci sesuai kebutuhan sehari-hari.

Pilihan ukuran rangka yang beragam juga memudahkan penyesuaian dengan ruang sempit, misalnya area sudut kamar tidur atau ruang kosong di dekat kamar mandi. Dengan desain yang simpel dan warna netral, PAX juga mudah dipadukan dengan konsep interior minimalis yang banyak digunakan pada rumah modern.

Konsep Walk-in Closet Sederhana dan Fungsional

Untuk pembaca awam, walk-in closet tidak harus selalu mewah atau penuh dekorasi. Fokus utamanya adalah fungsi dan kenyamanan. Konsep minimalis justru membantu ruangan terlihat lebih lega dan rapi.

Beberapa konsep sederhana yang bisa diterapkan antara lain:

  • Menggunakan lemari PAX tanpa pintu agar pakaian mudah diakses.
  • Memilih pintu cermin untuk memberi kesan ruangan lebih luas.
  • Menyusun lemari hingga mendekati plafon agar kapasitas penyimpanan maksimal.

Dengan konsep ini, walk-in closet tetap terasa nyaman meskipun berada di rumah dengan luas terbatas.

Tahapan Membuat Walk-in Closet dari IKEA PAX

1. Mengukur Ruangan dengan Teliti

Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah mengukur ruangan yang akan digunakan. Tidak perlu alat khusus, cukup meteran sederhana. Selain unit PAX, biasanya dibutuhkan perlengkapan tambahan seperti sekrup, papan pelapis, atau list plafon yang bisa dengan mudah ditemukan di toko bahan bangunan terdekat.

2. Menyusun Tata Letak yang Simpel

Untuk rumah tipe 36–45, tata letak satu sisi atau bentuk L adalah yang paling aman. Tata letak ini memudahkan akses keluar masuk tanpa membuat ruangan terasa sempit. Gunakan rak dan gantungan secukupnya agar walk-in closet tidak terlihat penuh.

3. Proses Perakitan yang Aman

Perakitan IKEA PAX tergolong cukup mudah, bahkan untuk pemula. Namun, tetap perlu berhati-hati karena prosesnya melibatkan alat seperti bor, obeng, dan pemotongan material tambahan. Agar tangan tetap aman dari goresan atau serpihan kayu, penggunaan sarung tangan anti cutting sangat disarankan, terutama bagi yang baru pertama kali mencoba proyek DIY di rumah.

4. Finishing Agar Terlihat Lebih Rapi

Agar walk-in closet terlihat menyatu dengan ruangan, bagian samping lemari bisa ditutup panel tambahan atau dicat dengan warna senada dinding. Finishing sederhana ini sering digunakan dalam berbagai inspirasi IKEA Hackers untuk membuat lemari PAX terlihat seperti lemari custom.

Inspirasi dari IKEA Hackers yang Mudah Ditiru

Salah satu keunggulan IKEA PAX adalah banyaknya inspirasi yang bisa ditiru oleh orang awam. Di IKEA Hackers, banyak contoh walk-in closet sederhana yang dibuat tanpa renovasi besar. Beberapa bahkan hanya memanfaatkan ruang kecil di sudut rumah dengan hasil yang rapi dan fungsional.

Inspirasi-inspirasi ini membuktikan bahwa siapa pun bisa membuat walk-in closet sendiri, selama perencanaannya matang dan disesuaikan dengan kondisi rumah.

Walk-in Closet Fungsional Tanpa Renovasi Besar

Mengubah IKEA PAX menjadi walk-in closet minimalis adalah solusi praktis untuk rumah tipe 36–45. Desainnya fleksibel, mudah dirakit, dan cocok untuk pemilik rumah yang ingin ruang penyimpanan rapi tanpa renovasi besar. Dengan tambahan material dari toko bahan bangunan serta perhatian pada aspek keamanan seperti penggunaan sarung tangan anti cutting saat proses pemasangan, walk-in closet sederhana namun fungsional bisa diwujudkan oleh siapa saja.

About Author

Dian Ravi. Muslimah travel blogger Indonesia. Jakarta. Part time blogger, full time day dreamer. Pink addict, but also love toska. See, even I cannot decide what's my favorite color is.Mau bikin bahagia, cukup ajak jalan dan foto-foto.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *