Curug Cimahi, Wisata Bandung Barat: Pegal Dulu, Instagramable Kemudian

90 / 100 SEO Score

bismillahirrahmanirrahim, 

Maju mundur setiap kali gue mau memulai menuliskan tentang objek wisata Bandung yang satu ini. Tentang kunjungan gue ke Curug Cimahi di bulan November 2019 lalu. Kunjungan yang sebenarnya sangat sangat menyenangkan. Tapi setiap kali teringat kalau hari itu juga merupakan hari terakhir kalinya gue bertemu dengan Mamih, lagi-lagi air mata gue mulai menggenang, seperti saat ini.

Hufhhh…. Oke, gue harus kuat untuk bisa menyelesaikan tulisan ini. Biar bagaimanapun kisah perjalanan gue ke Curug Cimahi wajib dikenang di TravelGalau, biar kalian, sobat travel gue, kalau misalkan bingung mencari tempat wisata Bandung apa lagi yang mau dikunjungi, Curug Cimahi bisa menjadi salah satu solusinya.

Menuntaskan Rasa Penasaran Curug Cimahi, Wisata Bandung Barat

curug cimahi wisata bandung barat

Yank, aku mau ke Bandung nanti kamu jemput aku weekend ya.” Begitu kiranya cara gue minta ijin sama Mas Met saat ingin pulang ke Bandung menjenguk Mamih. Enggak selalu berakhir dengan dijemput sama Mas Metra memang, tak jarang gue pulang sendiri Jumat malam dengan travel.

Tapi saat itu pas banget Mas Metra menyanggupi untuk menjemput gue hari Sabtu di rumah Mamih. Saat dia menanyakan gue mau kemana saja (suami teladan adalah yang memahami kalau istrinya tukang main), gue menjawab: “Enggak kemana-mana, pengen santai di rumah Mamih. Nanti hari Minggu sambil pulang ke Jakarta baru mampir ke Curug Cimahi.”

Sudah lama gue memasukkan Curug Cimahi ke dalam bucket list. Tepatnya semenjak foto-foto kece air terjun yang juga dikenal dengan nama Curug Pelangi ini sering bermunculan di Instagram. Tapi entah kenapa, justru setiap kali gue pulang ke Bandung, gue selalu gagal untuk mengunjungi objek wisata Bandung Barat yang satu ini.

Padahal jarak Curug Cimahi dari rumah Mamih itu hanya sekitar 8 km saja. Beberapa kali gue mencoba mengajak sepupu untuk mengunjungi air terjun ini, tapi selalu gagal. Selalu ada 1001 alasan untuk menolak usul gue ini. I wonder why, but now I know why.

Akhirnya 17 November 2019, gue kesampaian juga untuk mengunjungi air terjun ini. Minggu pagi itu gue pamit sama Mamih untuk pulang kembali ke Jakarta. Pamit sama orang-orang yang merawat Mamih, bilang kalau kemungkinan aku baru akan kembali ke Bandung Januari mendatang.

Tak ada dadah dadah dari Mamih saat mobil putih kami keluar dari area rumah. Padahal ini adalah kebiasaan Mamih selama ini setiap aku kembali ke Jakarta. Melambaikan tangan dari kursi rodanya di teras depan sambil berkata: “Sampai jumpa lagi.”

Tapi hari itu, hari terakhir kali gue bertemu Mamih justru tak ada ucapan perpisahan itu. Memang, 3 hari terakhir gue di Bandung, Mamih agak kurang sehat. Rungsing karena tidak bisa tidur beberapa hari.

Curug Cimahi, Wisata Bandung Barat: Pegal Kaki Dulu, Instagramable Kemudian

Tidak butuh waktu lama bagi gue untuk tiba di tempat wisata Bandung yang satu ini. Buat yang mungkin belum tahu lokasi air terjun ini, Curug Cimahi terletak di jl Kolonel Masturi, sekitar 2 KM sebelum Dusun Bambu. Perisisnya ada di sebelah kiri jalan kalau elo datang dari arah jl Sersanbajuri.

curug cimahi wisata bandung barat

Menemukan Curug Cimahi, menurut gue agak susah-susah gampang. Google Maps sudah berteriak “You have arrived at your destination” persis ketika kendaraan elo melintasi di atas air terjunnya, bukan di sekitar pintu masuknya. Pintu masuk tempat wisata Bandung ini juga enggak besar, dan tidak ada tempat parkir. Hampir gue terlewat. Tapi ada terminal kecil persis di sebelahnya, dan gue memutuskan untuk memarkir kendaraan putih kami di sini.

Saat gue dan Mas Metra keluar dari mobil, kami diminta membayar tarif parkir sebesar Rp 5.000. Bukan tarif resmi sepertinya, karena memang ini adalah lahan terminal angkutan umum. Sementara tiket masuk ke Curug Cimahi adalah Rp 12.000 per orangnya. Ini adalah harga tiket bila tiba sebelum jam 17.00, sementara kalau elo datang setelah jam 17.00, elo harus mengeluarkan uang sebesar Rp 15.000.

Wisata Bandung yang satu ini memang buka sampai jam 21.00. Menjelang sore justru akan semakin ramai. Air terjun ini akan tampak semakin cantik dengan lampu yang menyala dari balik air terjun ini. Itu pula kenapa objek wisata Bandung Barat ini juga dikenal dengan nama Curug Pelangi.

Bravo buat Perhutani! Rupanya demi meningkatkan potensi pariwisata, mereka melakukan invoasi dengan memasang lampu penghias. Bukan hanya itu, mereka pun membuat dek view agar para pengunjung bisa menikmati air terjun dari atas dengan cukup nyaman. Nyaman? Di kamus gue bukan itu, tapi instagramble! Karena dek view ini merupakan salah satu spot populer di Curug Cimahi yang rajin muncul di Instagram gue.

Ada dua buah dek view yang akan elo temui sebelum elo tiba di bawah. Untuk keamanan pastikan jangan terlalu banyak pengunjung yang naik. Ingantkan untuk bergantian duduk-duduk dan berfoto di sudut cantik ini.

Perjalanan menuju air terjun memang tidak mudah. 587 anak tangga harus gue taklukan. Lutut gue rasanya lemas. Tapi gue dihibur dengan banyaknya tempat berfoto. Sepanjang tangga turun adalah jalanan menyiksa sekaligus surga buat stok foto gue. Lutut boleh gemeteran, tapi gue tetap berpose dan tersenyum pada kamera. Sesekali gue memarken topi kece yang gue pesan khusus dari HayDaisy.id.

curug cimahi wisata bandung barat

Gue lupa berapa lama akhirnya gue tiba di bawah. Cukup lama pastinya, karena sambil foto, sambil duduk bentar karena capek. Saat tiba di bawah tak lama adzan dzuhur berkumandang. Luckily, fasilitas di Curug Cimahi ini lumayan lengkap. Ada mushola, toilet, dan warung. Sambil menghilangkan lelah, gue memilih untuk mengganjal perut dengan Pop Mie dulu dan shalat sebelum menuju air terjun.

curug cimahi wisata bandung barat

Gue berharap sekitar air terjun sudah enggak terlalu ramai saat gue akhirnya mendekat ke air terjun. Tapi ternyata, harapan gue sirna. Sekitar air terjun masih cukup ramai. Agak susah untuk bisa berfoto tanpa adanya background manusia lain. Apalagi spot inceran gue tengah diduduki orang.

Malam sebelum berkunjung ke Curug Cimahi, seperti biasa memang gue sudah mencari rekomendasi pose dan sudut di wisata Bandung ini. Tapi spot duduk di atas batu dengan latar belakang air terjun inceran gue ramai saat itu. Gue pun mencari spot lain sambil MasMet menyiapkan kamera.

curug cimahi wisata bandung barat

Keberuntungan mendadak datang. Ada monyet yang turun dari hutan, mendekat ke area sekitar gue. Orang-orang pergi menjauh. MasMet sibuk memotret monyet. Dan gue? Langsung mendekat ke batu yang menjadi inceran gue, duduk manis sampai Mas Metra usai memoto si monyet dan lanjut moto gue.

Kesejukan dari cipratan air terjun itu segar sekali. Betah. Hampi saja gue lupa betapa tersiksanya menuju air terjun ini. Sampai akhirnya MasMet mengajak pulang, siksaan itu pun kembali terasa. Dua kali lipat, karena kali ini naik ke atas ahahahahaha…..

Tips Saat ke Curug Cimahi

Happy enggak saat ke Curug Cimahi? Buat gue happy banget. Heran juga kenapa butuh selama itu baru mengunjungi tempat wisata Bandung yang jaraknya enggak jauh dari rumah. Hmmm pasti karena gue kebiasaan cuma tahu nongkrong di kafe.

curug cimahi wisata bandung barat

Oke, kali ini gue mau kasih beberapa tips buat kalian yang mau berkunjung ke Curug Cimahi.

  • Yang pertama, kenakan pakaian yang nyaman. Angin memang berhembus cukup kencang, memberikan kesejukan. Tapi akibat mesti turun dan naik tangga, pasti akan berkeringat. Kenakan pakaian yang menyerap keringat. Mau pakai rok enggak masalah kok. Gue malah pakai dress, tapi ya pastikan jangan sampai terinjak kaki sendiri ya.
  • Tips berikutnya adalah soal alas kaki. Hindari menggunakan sepatu hak tinggi. Sepatu kets cukup nyaman. Pastikan juga alas kaki yang enggak licin ya. Karena ada tempat-tempat yang basah dan licin.
  • Bawa cemilan dan minuman. Turunan ke bawah cukup jauh menurut gue. Bawa minum dan cemilan. Tapi, jangan sampai membuang sampah sembarangan ya.
  • Kalau gue boleh memberikan masukan, rasanya gue ingin meminta Perhutani untuk membuat larangan merokok. Sedih rasanya sejauh mata memandang, selalu ada yang sedang merokok. Kemudian puntung rokoknya dibuang sembarangan. Habis itu ada monyet yang turun dan penasaran dengan puntung rokok itu. Mau nangis aku.

Ada sedikit kejadian enggak enak saat kembali menuju jalan Parongpong. Rupanya saat siang hari, semakin banyak monyet yang turun dari hutan. Ngeri-ngeri sedap saat berpapasan memang. Tapi bukan itu yang bikin gue sedih. Gue melihat monyet yang sedang mengambil kaleng minuman alkohol dari tempat sampah. Sudah habis memang, tapi bukan tak mungkin masih ada beberapa tetes yang bisa mereka hisap. Hufhhhh boleh enggak kalau ke tempat wisata Bandung atau dimana pun enggak usah bawa minuman alkohol?

Itu dia cerita kunjungan gue ke Curug Cimahi. Akhirnya gue bisa menyelesaikannya juga tanpa harus membuat bengkak mata. Sobat travel ada yang pernah berkunjung ke sini juga? Atau tempat wisata Bandung mana yang paling kalian sukai? Gue tunggu ceritanya di kolom komentar ya.

x.o.x.o

travel galau
Curug Cimahi
Alamat: Jl. Kolonel Masturi No.325, Kertawangi, 
Kec. Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40551
Jam buka: Senin - Minggu 08.00 - 17.00
Harga tiket: Rp 12.000

33 thoughts on “Curug Cimahi, Wisata Bandung Barat: Pegal Dulu, Instagramable Kemudian

  1. Sebetulnya Curug Cimahi ini punya potensi dikembangin, cuma kayaknya nanggung banget. Pernah lho dibranding Curug Pelangi, jadi dikasih lampu warna-warni, tapi nggak lama.

  2. Teteh…
    Turut berduka cita atas kepergian Mamih yaa, teh…
    Semoga Allah memberikan sebaik-baik tempat untuk beliau.

    Curug ini selalu identik dengan wisata yang belum berkembang dengan baik yaa, teh..padahal kalau mau dipromosiin harusnya dirawat dengan baik oleh pemerintah daerah.
    Makin banyak yang datang untuk menikmati keindahan alam kota Bandung kan…makin mendatangkan devisa.

  3. Pakai dress gitu, sudah pasti menginjak baju sendiri (kalau saya). ENtah kenapa, bahkan jalan kaki biasa saja bisa kejadian.
    Mbak Dian hebat… bisa naik turun tangga gitu pakai dress…

  4. jadi penasaran, sebenarnya apa sih membuiat menolak mengantarkan? apakah ada cerita mistis atau ada kepercayaan apaaa gitu?
    kalau dilihat tempatnya sih eksotis ya kak, adem dan terawat. Tapi terlihat sepi ya…. aku jadi penasaran euy!
    kalau ngomongin CImahi kok ingat kak Mude ya? hehehe

  5. Uhuy akarnya rasa penasaran ma curugnya tuntas yaaa.
    Kok ya pas OOTD-nya merah menyala, kontras sama begronnya yang ijo2 jd oke banget buat pepotoan ya mbak ๐Ÿ˜€
    Haha pastinya kalau ke sana pakai alas kakinya sandal gunung aja deh biar gak gampang selip ๐Ÿ˜€

  6. huasiknya kayak olang pacalaaaan

    btw aku suka banget sama topinya kak. pengen punya, pengen kunamain juga, tapi gak bisa…. kuatir dikira tiru2. soalnya teh dian blogger juga, lebih terkenal pula, huhuuu

    peh mahal itu HTM-nya

    1. heiiii, kenapa dikira tiru-tiru. beli aja itu topinya. emang dia menawarkan custom kok. desainnya juga banyak pilihan. cuslah. nanti kalau kita bersua kita pakai topi bareng

  7. ini medannya mirip air terjun sipiso-piso di danau toba, untuk mencapai dasarnya harus menuruni tangga dulu yang juga banyak bgtt.. terus ada pelangi juga di sekitaran air terjunnya..

    sampah2 berserakan itu masih menjadi PR besar di tempat wisata manapun di Indonesia huff..

    -Traveler Paruh Waktu

  8. Ugh semoga segera kerawat dengan baik2 ya biar kaga ada bekas puntung rokok sama minuman alkohol, gemes banget siapa siiiih yg nakal. Ini buka sampai jam 9 malem, brt kalau malem gimana yah itu, ada lampu2 di dekat curugnya?

  9. curug cimahi ini apa sama dengan curug pengantin bukan yaa? dulu waktu sd pernah ke curug di bandung entah apa nama curugnya, pemandangannya juga cantik banget

  10. Wow, 587 anak tangga ya? Aku gak tau aku bakalan sanggup atau enggak melewati tangangan itu di depan. Heu. Mana pake dress pula! Saluuutttt. Kalo pada akhirnya aku main ke sini, mungkin aku akan milih pake celana tidur yang gombrong-gombrong koloran :3

  11. kalau ke air terjun memang kebanyakan harus jalan dan baisanya jalannya gak baus atau mendaki atau menurun tp terobati saat melihat keindahan curugnya

  12. Menarik ya ternyata tiketnya berubah sesuai dengan jam masuk. Meskipun ke sana saat siang, kayaknya nggak panas-panas amat ya๐Ÿคฃ monyetnya sepertinya ramah hati tapi tetep aja bikin waspada ๐Ÿคฃ

  13. belom pernah nyobain berkunjung ke tempat wisata ini, malahan baru tahu kalau di Cimahi ada ini, kapan2 kalau ke rumah sodara bisa ke sini niy

  14. Tahun 2015 aku pernah ke Curug, pegel tapi puas banget sama pemandangannya! Pingin kayak mba pakai rok atau tunik pas ke curug, tapi aku kalo jalan apalagi nanjak rada barbar huhu

  15. Teh Dian,, tfs yaa jadi “ikutan” jelong2nya nih ke Curug Cimahi, Bandung Barat ya… soalnya kelamaan #dirumahaja jadi liat postingan ttg obwis gini langsung berbinar-binar deh mata ini, hihi… wah sayang ya tempat sampahnya gak cepet diangkut, kasian tuh si monyet jd ngerasain tetesan terakhir alkohol.

  16. Curug cimahi aq pernah Kesini untung pas kuliah zaman nya giat naik gunung kaki dan nafas masih kuat. Kalo sekarang disuruh Kesitu dibayarin aq bakal nolak. Capek hahaha

  17. Kalau lihat pemandangan yang Instagramable kayak gitu.. pegelnya ga teras yah kak.. eh bisa selonjoran gitu sambil pepotoan. Aku ada temen di Cimahi .. kapan2 main sekaligus pengen ke Curug . Semoga kuat jalannya hehehhe

  18. Ah aku sudah pernah ke sini. mungkin ini salah satu curug yang aksesnya mudah di capai si. teapt dipinggir jalan dan PRnya cuma niak turun tangga saja. TP emang indah si disini dan sejuk banget jadi pengen jalan2 bandung lagi ni

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *