Aku selalu bilang ke teman-teman, jalan-jalan itu bukan cuma soal destinasi, tapi soal menemukan hal-hal kecil yang sering luput dari perhatian. Sebagai orang yang hobi bepergian, entah itu trip jauh lintas pulau atau sekadar menyusuri kota sendiri, aku sering menemukan cerita di tempat-tempat yang tak terduga.
Salah satunya: masjid.
Awalnya biasa saja. Setiap singgah ke kota baru, masjid jadi tempat rehat paling nyaman. Adem, tenang, dan selalu menyambut siapa saja tanpa banyak tanya. Tapi di suatu perjalanan, entah kenapa mataku mulai tertarik ke satu hal: kubah masjid.
Di satu kota, kubahnya besar dan membulat sempurna. Di kota lain, kubahnya runcing menjulang. Ada yang berwarna emas mencolok, ada pula yang sederhana dengan nuansa hijau atau biru lembut. Dari situlah aku mulai sadar, kubah masjid bukan sekadar atap, tapi identitas, sejarah, dan cerita.
5 Jenis Bentuk Kubah Masjid yang Kerap Kutemukan dari Perjalanan

Perjalanan demi perjalanan membawaku mengenal berbagai bentuk kubah masjid yang ternyata punya filosofi dan karakter masing-masing. Dan kali ini, aku ingin mengajak kamu ikut “jalan-jalan” bersamaku, mengenal 5 jenis bentuk kubah masjid yang paling sering ditemui di Indonesia dan dunia Islam.
1. Kubah Bulat (Hemispherical Dome): Si Klasik yang Tak Pernah Tua
Bentuk ini mungkin yang paling sering kita bayangkan saat mendengar kata “kubah masjid”. Bulat setengah lingkaran, proporsional, dan terasa megah tanpa harus berlebihan.
Aku pertama kali benar-benar memperhatikan kubah jenis ini saat berkunjung ke masjid tua di pusat kota. Dari kejauhan, kubahnya tampak sederhana. Tapi saat mendekat, ada kesan kokoh dan menenangkan. Seolah berkata: “Aku sudah lama di sini, dan aku akan tetap berdiri.”
Secara historis, kubah bulat banyak terinspirasi dari arsitektur Timur Tengah dan Bizantium. Bentuknya melambangkan kesempurnaan, keabadian, dan keesaan Tuhan. Tak heran, kubah ini sering digunakan untuk masjid besar, masjid agung, atau masjid bersejarah.
Di Indonesia, kubah bulat menjadi salah satu bentuk yang paling populer karena fleksibilitasnya. Bentuk ini cocok diterapkan pada berbagai ukuran masjid, baik yang berdiri megah di pusat kota maupun yang sederhana di lingkungan perumahan. Selain itu, kubah bulat mudah dikombinasikan dengan beragam pilihan warna dan ornamen, sehingga dapat menyesuaikan karakter arsitektur masjid tanpa kehilangan identitasnya. Kesan megah yang dihadirkan pun terasa alami, tidak berlebihan, dan tetap elegan meski tanpa desain yang rumit.
2. Kubah Bawang (Onion Dome): Elegan dan Sarat Nuansa Budaya
Perjalanan ke beberapa daerah dengan pengaruh budaya Asia Selatan membuatku jatuh cinta pada kubah bawang. Bentuknya menggelembung di tengah lalu meruncing ke atas, mirip bawang bombay, unik dan artistik.Kubah ini banyak ditemukan di masjid dengan sentuhan arsitektur India, Persia, dan Asia Tengah. Kesan yang muncul bukan hanya religius, tapi juga estetis dan berkelas.
Aku ingat berdiri di halaman masjid dengan kubah bawang berwarna keemasan saat matahari sore mulai turun. Pantulan cahaya di permukaannya membuat suasana terasa magis. Kubah ini seolah ingin mengatakan bahwa keindahan juga bagian dari ibadah.
Kubah bawang sangat cocok digunakan pada masjid dengan konsep klasik-modern yang ingin memadukan unsur tradisi dan estetika kontemporer. Bentuknya yang khas dan artistik membuat bangunan masjid tampil lebih menonjol secara visual, bahkan mudah dikenali dari kejauhan. Tak heran jika kubah jenis ini kerap dipilih untuk masjid yang dirancang sebagai ikon kota atau kawasan, karena mampu menghadirkan kesan megah, elegan, sekaligus berkarakter kuat.
3. Kubah Runcing (Kerucut): Simbol Doa yang Menjulang
Tidak semua kubah berbentuk bulat. Di beberapa daerah, aku menemukan masjid dengan kubah runcing yang menjulang tajam ke langit.Bentuk ini memberi kesan dinamis dan vertikal, seolah mengarahkan pandangan dan doa langsung ke atas. Kubah runcing sering digunakan pada masjid-masjid dengan lahan terbatas namun ingin tetap terlihat tinggi dan mencolok.
Secara simbolis, bentuk runcing melambangkan hubungan manusia dengan Sang Pencipta, doa yang naik, harapan yang dititipkan.
Kubah runcing memiliki kelebihan pada kesan visual yang kuat dan tegas. Bentuknya mampu memberi ilusi ketinggian meski bangunan masjid tidak berukuran besar, sehingga sangat cocok diterapkan pada masjid-masjid perkotaan dengan keterbatasan lahan. Selain itu, tampilannya yang modern dan berkarakter membuat kubah runcing sering dipilih untuk menghadirkan kesan kontemporer tanpa menghilangkan nilai simboliknya sebagai penanda arah pandang dan doa yang menjulang ke atas.
4. Kubah Oval: Lembut, Modern, dan Bersahaja
Aku baru benar-benar memperhatikan kubah oval saat mengunjungi masjid modern di kawasan berkembang. Bentuknya tidak sepenuhnya bulat, tidak pula runcing. Ada kesan lembut, mengalir, dan kontemporer.
Kubah oval sering digunakan pada masjid dengan desain minimalis atau modern tropis. Tidak terlalu mencolok, tapi justru menghadirkan rasa tenang dan bersih secara visual.Buatku, kubah oval seperti refleksi masjid masa kini, tidak berusaha terlihat megah, tapi fokus pada kenyamanan dan fungsi.
Kubah oval sangat cocok digunakan pada masjid dengan pendekatan desain modern dan minimalis. Bentuknya yang lembut dan tidak terlalu mencolok membuatnya mudah menyatu dengan lingkungan sekitar, baik di kawasan perumahan maupun perkantoran. Dengan konsep desain yang sederhana namun tetap elegan, kubah oval menghadirkan kesan tenang dan bersahaja, tanpa mengurangi fungsi maupun nilai estetika bangunan masjid itu sendiri.
5. Kubah Berlapis (Multi Dome): Megah, Simbol Keagungan
Dalam beberapa perjalanan ke masjid besar atau kompleks masjid, aku menemukan kubah berlapis satu kubah utama dikelilingi beberapa kubah kecil.
Bentuk ini langsung menghadirkan kesan agung dan monumental. Kubah berlapis sering menjadi simbol kejayaan Islam dan kekuatan komunitas.Melihatnya dari kejauhan saja sudah membuat orang tahu: ini bukan masjid biasa.
Biasanya, kubah berlapis digunakan pada masjid raya atau masjid berskala nasional yang ingin menampilkan kesan agung dan monumental. Bentuknya yang terdiri dari satu kubah utama dengan beberapa kubah pendukung sangat cocok diterapkan pada kompleks masjid dengan area yang luas, sehingga komposisi bangunan terasa seimbang dan megah. Tak hanya berfungsi sebagai penanda tempat ibadah, masjid dengan kubah berlapis kerap menjelma menjadi ikon wisata religi yang menarik perhatian, baik bagi jamaah maupun pengunjung dari berbagai daerah.
Setiap Kubah, Setiap Perjalanan, Punya Cerita

Dari semua perjalanan itu, aku belajar bahwa kubah masjid bukan sekadar elemen arsitektur, melainkan perpaduan antara estetika, fungsi, dan identitas yang membentuk cara sebuah masjid “berbicara” kepada jamaah dan lingkungannya. Setiap pilihan bentuk kubah membawa makna, nilai, dan harapan jangka panjang. Jika kamu sedang merencanakan pembangunan atau renovasi masjid, memilih penyedia jual kubah masjid yang tepat menjadi langkah penting. Anugerah Kubah hadir sebagai partner yang memahami bahwa kubah bukan hanya soal keindahan visual, tetapi juga tentang ketahanan, karakter, dan perjalanan spiritual yang akan menemani banyak langkah, dalam waktu yang lama.

Dian Ravi. Muslimah travel blogger Indonesia. Jakarta. Part time blogger, full time day dreamer. Pink addict, but also love toska. See, even I cannot decide what’s my favorite color is.Mau bikin bahagia, cukup ajak jalan dan foto-foto.

