TransMate

Serunya Berlayar dengan Kapal Patroli KN Trisula Milik Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPL

kapal patroli KN Trisula KPLP
82 / 100 SEO Score

bismillahirrahmanirrahim,

Hei, pada tahu enggak kalau laut Indonesia itu punya Body Guard yang menjaga? Belum pada tahu? Well, sama dong. Gue juga baru tahu soal Sea and Coast Guard ini beberapa hari yang lalu. Waktu gue diajak main ke Pelabuhan Tanjung Priok, belajar soal Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), dan diajak naik salah satu kapal patroli Indonesia mereka. Gimana rasanya? Seru banget! Lanjutin aja baca tulisan gue ini biar elo tahu betapa bahagianya gue naik kapal.

Kemeriahan HUT Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) ke-47

“Jam 8 pagi kita sudah harus ada di Tanjung Priok, jadi usahakan jangan sampai telat jam 6.30 sudah pada ada di Kantor Kemenhub Gambir.”

Jujur, awalnya gue cuma bisa melongo membaca pesan itu. Gila, pagi banget. Gue kudu berangkat subuh dong. Terus gue harus sukses ngebangunin Mas Met dan minta anterin, karena mana ada angkot jam 4 pagi (ingat, rumus naik kendaraan umum dari rumah gue minimal adalah 2 jam sebelum acara). Tapi mengingat kapan lagi gue bisa naik kapal patroli, semua itu rela gue lakukan, meski masih bertanya-tanya dalam hati sih, kenapa juga harus pagi banget.

Tapi ketika akhirnya gue tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, gue jadi paham kenapa harus sepagi itu. Karena ternyata pada hari itu, Kamis, 26 Februari 2020, sedang ada kegiatan HUT ke-47 KPLP dan ke 37-PLP. Acara ini dimulai dengan upacara, that is why gue dan teman-teman TransMate lainnya diminta untuk datang pagi. Apalagi acara ini juga dihadiri oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan, R. Agus H. Purnomo.

kapal patroli KN Trisula KPLP

Acara ini di awali dengan upacara. That’s why you cannot be late. Masa iya upacara datangnya telat, nanti disetrap di paling depan lagi. Eh emangnya jaman sekolahan ya. Usai upacara, para tamu undangan disuguhi beragam atraksi dari KPLP. Keren-keren banget, mulai dari drum band, bela diri, sampai nari-nari. Tolong, jangan tanya gue ikutan joget atau enggak, sesungguhnya gue lemah dengar musik.

Tak Kenal Maka Tak Sayang, Yuk Mengenal Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP)

Tak kenal maka tak sayang. Seperti yang gue bilang di awal tadi, kalau gue pribadi baru mengenal KPLP beberapa hari yang lalu. Ya waktu acara HUT KPLP ke-47 ini. Gue cukup yakin, banyak teman Travel Galau yang juga belum mengenal KPLP. So, sebelum gue cerita keseruan naik kapal patroli Indonesia, gua bakal ajak kalian berkenalan dengan KPLP terlebih dahulu.

Jadi apa itu KPLP? KPLP merupakan singkatan dari Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai, seringkali disebut dengan Indonesia Sea And Coast Guard. Ini adalah lembaga yang berada di bawah Kementerian Perhubungan, dan berfungsi melakukan penjagaan dan penegakan peraturan perundang-undangan di laut dan pantai.

Sebagaimana tertera dalam Undang-Undang Pelayaran Nomor 17 Tahun 2008, KPLP memiliki beberapa tugas, seperti:

  1. Melakukan pengawasan keselamatan dan keamanan pelayaran
  2. Melakukan pengawasan, pencegahan, dan penanggulangan pencemaran di laut
  3. Pengawasan dan penertiban kegiatan serta lalu lintas kapal
  4. Pengawasan dan penertiban kegiatan salvage, pekerjaan bawah air, serta eksplorasi dan eksploitasi kekayaan laut
  5. Pengamanan Sarana Bantu Navigasi-Pelayaran dan
  6. Mendukung pelaksanaan kegiatan pencarian dan pertolongan jiwa di laut.

Tentunya kita sama-sama tahu kalau Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Jadi, dalam rangka menjalankan tugasnya, KPLP didukung oleh 5 prasarana berupa 5 Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) yang berada di Tanjung Priok, Tanjung Uban, Tanjung Tanjung Perak, Bitung, dan Tual.

Sebanyak 9000 personil KPLP bekerja dengan memegang teguh semboyan ” Dharma Jala Praja Tama”, yang memiliki makna “sebagai insan bahari selalu berusaha menjalankan pengabdian yang terbaik untuk bangsa dan negara”. Hingga saat ini Ditjen Perhubungan Laut sudah memiliki 373 unit kapal patroli yang tersebar di 5 Pangkalan PLP dan Kantor Syahbandar di seluruh Indonesia. KN Trisula ini salah satunya, kapal patroli yang gue nikmati bersama teman-teman TransMate lainnya.

Berlayar dengan KN Trisula, Kapal Patroli Milik KPLP

KN Trisula merupakan kapal patroli kelas 1 milik Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Tanjung Priok, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. Sekitar 2 jam gue diajak berlayar dari Tanjung Priok hingga ke Pulau Damar, Kepulauan Seribu.

Gue pernah beberapa kali naik kapal. Menyerberangi Selat Sunda, Selat Madura, dan Selat Bali. Pengalaman terakhir kali gue berlayar itu ke Karimunjawa beberapa tahun yang lalu dari Semarang. Meski gue mabok laut, tapi gue masih belum kapok untuk naik kapal lagi. Apalagi pengalaman naik KN Trisula ini, jelas jadi pengalaman berlayar paling berkesan. Kapan lagi coba gue naik kapal negara?

Apakah kali ini gue mabok laut? Tentu tidak dong. Alhamdulillah kali ini gue hanya merasa oleng saat berjalan ke sana ke mari di dalam kapal. Iya, gue seliweran dong. Gue bisa bermain di Ruang Kemudi, mengintip personil KPLP yang tengah bekerja. Karena inilah gue jadi tahu soal AIS (Automatic Identification System) di kapal.

AIS merupakan sistem identifikasi otomatis yang menjadi standar untuk dipergunakan di kapal. Keberadaan AIS ini diatur secara internasional melalui konvesnsi keselamatan jiwa di laut.

Kenapa AIS ini begitu penting? Karena AIS memiliki fungsi untuk mengirim dan menerima informasi data secara otomatis ke kapal lain, stasiun Vessel Trafic Services (VTS), atau Stasiun Radio Pantai (SROP). Dengan adanya AIS ini dapat membantu pengaturan lalu lintas kapal dan mengurangi bahaya dalam bernavigasi. Jadi, sudah tahu bukan kenapa AIS ini begitu penting dipasang pada kapal?

Bukan hanya bermain di Ruang Kemudi saja, gue juga kelayapan di dek kapal. Foto-foto sepuasnya. Tapi tentu saja, gue enggak lupa untuk pakai life jacket terlebih dahulu. Biar bagaimanapun keselamatan harus jadi nomor satu. Setuju enggak?

Well, enggak terasa tahu-tahu kapal sudah kembali berlabuh di Tanjung Priok. Saatnya gue untuk berpamitan. Semoga tulisan gue ini bisa bermanfaat buat kalian. Semoga teman Travel Galau sudah mengenal KPLP dan pentingnya pemasangan AIS pada kapal.

x.o.x.o.

travel galau

About Author

Dian Ravi. Muslimah travel blogger Indonesia. Jakarta. Part time blogger, full time day dreamer. Pink addict, but also love toska. See, even I cannot decide what's my favorite color is.Mau bikin bahagia, cukup ajak jalan dan foto-foto.

(14) Comments

  1. Pengalaman yang menyenangkan sekali bisa diajak jalan-jalan menyusuri teluk jakarta dengan kapal laut milik negara.

    Seharusnya perlu sering diadakan acara seperti Ini, tidak hanya oleh angkatan laut, tapi juga angkatan darat dan udara.

    Untuk keselamatan, memang menjadi nilai penting yang perlu selalu diperhatikan.

  2. Berasa kayak naik kapal pesiar gak Kak? Suatu kesempatan langka bisa naik kapal milik KPLP begini. Dan bener tebakan Mbak Dian, aku termasuk orang yg belum kenal KPLP. Hehe. Jadi terima kasih infonya sudah dituliskan di sini.

  3. Seru banget Kak Dian petualangannya di KN Trisula, bisa melihat langsung para penjaga lautan Indonesia bekerja

  4. Seru bangeeeeet, coba kalau kemarin aku jadi ikutan naik kapal nya juga, bisa foto-foto manjyaaah kita di atas kapal hihi

  5. Jalesveva jayamahe. Seneng banget liat kapal gini meskipun tiap habis naik kapal pada mabok (aku sih)

  6. Kebayang seruunyaa bisa naik kapal patroli milik KPLP
    Untungnya gak mabok laut ya, Teh. Jadi bisa eksplor ke semua ruangan di kapal

  7. pengalaman yang seru banget sih ini dan emang kesempatan yang sayang banget kalau dilewatin, penasaran juga lah ogut pengin ngerasain juga neeeh. jadi ngerasain dan ngerti tugas KPLP ini ya gimana ngejaga lautan bagian Indonesia.

  8. Susi Ernawati says:

    Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP)…….
    Wah, beruntungnya dirimu, Mbak Dian. Ini pastinya jadi pengalaman berkesan seumur hidupku, kalau dapat kesempatan ini.
    AKu baca ini sambil menahan rasa pengen yang membuncah.

    Eh. ia, masakan distrap kalau telaaat… enggak kok. SIlakan coba dan sebut namaku 3 kali. Tambahkan nama Pudjiastuti agar makin mantap hasilnya. Wkwkwkwk

  9. Hahaha gak mabok lat karena hatinya gembira bisa berlayar bareng temen2 kali yaaa πŸ˜€
    Wah lebih dari 300an ya kapalnya. Tapi kyknya masih bisa nambah ya mengingat wilayah perairan kita begitu luas.
    Seru patinya dapat banyak pengetahuan apalagi ttg kapal kyk gini, bisa kapal tour sedalem2nya yaa πŸ˜€

  10. Asyik juga bisa ikut melaut.
    Lain kali ajak” mba, siapa tau sy bisa nemu spot foto yg keren.. Karna jarang banget foto dilaut..

  11. asik banget sih jalan-jalan pake kapal ini, hihihi

    pengalaman yang nggak bakal terlupakan nih,

    :3

  12. Duh fotonya cakep banget itu Mbak yang pertama, kayak putri duta kapal gitu, hihihi.. asyik dan seru banget ya pengalamannya ikut menyaksikan para penjaga lautan di Indonesia bekerja πŸ™‚

  13. suami saya juga dinas di kementerian perhubungan laut…tapi di distrik navigasi
    sodaranya KPLP
    dulu awal2 nikah setiap 3 bulan ditinggal dinas ke laut tuk cek sarana keselamatan laut
    tapi sejak 10 tahun lalu cuma sesekali aja karena sudah digantikan oleh yg yunior

  14. asik bgt bisa dapat kesempatan naik kapal patroli ini.. seumur hidupku baru pernah naik kapal feri, pelni, dan kapal penumpang antar pulau aja..

    -Traveler Paruh Waktu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *