Tokoh, Jalan-Jalan, Jawa Timur

Kampung Lali Gadget: Oase di Tengah Gempuran Gadget

Hayo, ngaku deh. Siapa di sini yang punya anak yang seneng banget main gadget? Atau mungkin kamu sendiri salah satu orang yang nggak bisa lepas dari layar gadget? Wah, jangan sembunyi, teman-teman. Kita harus jujur menghadapi kenyataan bahwa kecanduan gadget adalah sebuah bahaya yang nyata.

Gak perlu panik menghadapi kecanduan gadget, tetap dibawa santai aja. Tapi meski santai, bukan berarti kita meremehkan bahayanya, tapi lebih ke arah ngajakin kita ngobrol kasual aja kayak ngobrolin curhatan sama temen. Jadi nggak kaku gitu. Siap-siap deh buat curhat bareng tentang bahaya anak kecanduan gadget ini.

Pertama-tama, kita tahu banget kan kalau sehari aja nggak pegang gadget rasanya dunia hampa? Nah, ini nih satu bahaya dari kecanduan gadget. Kita jadi super attach ke dunia maya dan melupakan hal-hal penting di dunia nyata. Temen-temen, sosialisasi di dunia nyata itu juga penting, lo. Gak cuma di dunia maya aja.

Selain itu, terlalu lama menatap layar gadget juga bisa bikin mata kita sakit. Ya ampun, masa-masa remaja yang seharusnya diisi sama kegiatan positif bisa jadi malah dihabisin buat pegang gadget terus. Rugi banget kan? Jangan sampe, deh, mata kita jadi merasakan sakit-sakit seperti sakit kepala atau mata minus. Kecanduan gadget itu bahaya, teman-teman.

Nah, ngomongin soal bahaya, nggak lengkap rasanya kalau nggak bahas soal gangguan tidur. Buat kamu yang tidurnya sering terputus-putus gara-gara sibuk main gadget sampai larut malam, hati-hati deh. Kurang tidur bisa bikin kamu jadi ngantuk terus, ganggu konsentrasi, bahkan berpengaruh buruk pada kesehatan jangka panjang. Mendingan tidur yang cukup, biar segar dan siap menjalani aktivitas hari berikutnya.

Terakhir, kita juga harus sadar kalau kecanduan gadget bisa mengurangi kreativitas kita. Wah, seriusan deh? Iya, nih. Mendingan kita manfaatkan waktu senggang buat berkegiatan yang positif, kayak membaca buku, bermain musik, atau menggambar. Lebih seru dan pasti nggak bikin kreativitas kekuras.

Selamat Datang di Kampung Lali Gadget (KLG)

Sumber foto: Merdeka(dot)com

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi kecanduan gadget bisa ditemukan di Kampung Lali Gadget (KLG). Pernah dengar tentang Kampung Lali Gadget (KLG)? Nah, ini adalah program ciamik yang digerakkan oleh Achmad Irfandi, seorang pemuda asli Desa Pagerngumbuk, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo. Dijalankan sejak 1 April 2018, program ini emang dijamin bakalan bikin kamu lupa sama gadget!

KLG ini tujuannya adalah untuk mengajak masyarakat untuk melepaskan diri sejenak dari jeratan gadget yang sering membuat kita terpaku, seperti jebakan tiktok dan gosip Hollywood yang bikin kening berkerut. Dengan semangat yang membara, Achmad Irfandi mencoba menginisiasi cara-cara kreatif agar warga bisa berkumpul dan menikmati hidup tanpa tergantung sama gadget.

Mulai dari olahraga pagi bareng pas sunrise, jalan-jalan keliling kampung, dan bahkan ada juga kelas-kelas DIY untuk membuat kerajinan tangan. Wah, keseruan yang nggak bisa dipandang sebelah mata, deh! Kebetulan, di Kampung Lali Gadget ini juga dibangun taman baca nih, jadi bisa juga menstimulasi kegiatan membaca agar nggak sepi konten yang bermanfaat.

Kamu juga nggak perlu khawatir soal gaya hidup sehat, karena di seluruh sudut di kampung ini kamu bisa menemukan warung yang menyediakan makanan sehat dan fresh. Apa lagi deh yang kamu butuhin?

Jangan salah, nih, KLG emang bukan sekadar program semata. Lebih dari itu, program ini sangat membantu buat mencegah berbagai masalah kesehatan yang seringkali muncul akibat terlalu lama menatap layar gadget, seperti mata minus dan sakit kepala. Kalau kamu sudah mencoba ikut program ini, jangan kaget kalau hidupmu jadi lebih segar dan sehat!

Dari segi penerimaan, program KLG ini mendapatkan respon yang luar biasa dari masyarakat sekitar. Mereka merasa terinspirasi dan kepoin terus kegiatan apa sih yang diadakan di kampung tersebut. Kabarnya, beberapa daerah di Indonesia bahkan tertarik untuk meniru keberhasilan program KLG ini.

Achmad Irfandi, Penggerak Konservasi Budaya di Kampung Lali Gadget

Sumber foto: Jawa Pos

Achmad Irfandi adalah seorang penggerak konservasi budaya yang telah berkomitmen untuk melestarikan dan mempromosikan warisan budaya di Indonesia. Salah satu proyek yang menjadi perhatiannya adalah “Kampung Lali Gadget” yang terletak di Sidoarjo.

Achmad Irfandi menyadari betapa pentingnya melestarikan budaya lokal dalam era modern ini. Dalam masyarakat yang semakin cenderung mengikuti tren global, banyak nilai dan tradisi lokal yang terabaikan dan terancam punah. Oleh karena itu, ia bertekad untuk menciptakan sebuah tempat di mana nilai-nilai budaya tersebut tetap hidup dan dikembangkan.

Achmad Irfandi bersama timnya bekerja keras untuk menjaga keaslian budaya di Kampung Lali Gadget. Mereka mengadakan berbagai acara dan kegiatan seperti pameran seni, pertunjukan musik tradisional, dan lokakarya keterampilan budaya. Selain itu, mereka juga membuka peluang bagi para pengrajin lokal untuk memasarkan produk-produk mereka kepada pengunjung.

Tidak hanya melestarikan budaya, Achmad Irfandi juga menyadari pentingnya pendidikan dalam mempertahankan warisan budaya. Oleh karena itu, ia aktif melibatkan masyarakat sekitar dalam program-program pendidikan dan pelatihan. Program-program ini bertujuan untuk mengajarkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda agar mereka dapat menjadi pewaris dan penggerak keberlanjutan budaya.

Melalui usahanya, Achmad Irfandi telah berhasil membuat Kampung Lali Gadget menjadi destinasi wisata yang unik dan menarik. Kampung ini tidak hanya menarik wisatawan lokal, tetapi juga wisatawan mancanegara yang tertarik untuk mengenal lebih dalam tentang budaya Indonesia. Dengan demikian, kampung ini tidak hanya menjadi simbol pentingnya melestarikan budaya, tetapi juga berperan sebagai sumber penghasilan bagi masyarakat sekitar. 

Bahkan berkat usahanya ini, Achmad Irfandi berhasil menjadi salah satu peraih SATU Indonesia Awards pada tahun 2021. Kepedulian Achmad Irfandi terhadap generasi bangsa Indonesia sesuai dengan filosofi CATUR DHARMA yang selalu diterapkan oleh Astra, yaitu: โ€œMenjadi Milik yang Bermanfaat Bagi Bangsa dan Negara.โ€

Achmad Irfandi adalah contoh nyata seorang penggerak konservasi budaya yang telah menginspirasi banyak orang. Melalui dedikasinya, ia berhasil melestarikan warisan budaya Indonesia dan menciptakan kesadaran akan pentingnya mempertahankan nilai-nilai tradisi di tengah perubahan zaman.

About Author

Dian Ravi. Muslimah travel blogger Indonesia. Jakarta. Part time blogger, full time day dreamer. Pink addict, but also love toska. See, even I cannot decide what's my favorite color is.Mau bikin bahagia, cukup ajak jalan dan foto-foto.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *