bismillahirrahmanirrahim,

travel galau travel blogger indonesia
travel galau travel blogger indonesia

Tiga tahun bertahan dengan satu blog Dian Ravi, ternyata akhirnya pertahan gue jobol juga. Baru beberapa minggu dari ulang tahun ke-tiga si blog kesayangan, gue pun galau dan memutuskan untuk membuat blog baru, Travel Galau. And here I am, kembali membuat tulisan perkenalan di sebuah blog.

Rasanya kaya dejavu ingin mengganti tulisan ini menjadi Back To Square One, seperti yang selama ini terjadi setiap kali gue bikin sebuah blog baru. Tapi karena kali ini gue berjanji untuk tetap mengelola blog satunya, maka judul bawaan WordPress: Hello World! enggak jadi gue ganti.

Travel Galau, Travel Blogger Indonesia

travel galau travel blogger indonesia

Tak kenal maka tak sayang, begitu kata pepatah yang sering dijelaskan zaman sekolah dulu. Jadi biar kalian pada sayang sama gue, calon travel blogger Indonesia, maka gue ingin memperkenalkan diri gue lebih dahulu.

Nama gue Dian, serorang istri yang hobinya main ke tempat cantik atau nongkrong di sudut yang instagramable. Kopi merupakan nyawa gue, jangan pernah tanya  berapa banyak cangkir kopi sehari yang gue tenggak, karena I lost count.

Biasanya gue bilang gue senang traveling dan main karena pelampiasan melarikan diri dari pertanyaan: “Anak sudah berapa, Mbak?” Tapi kenyataannya kata orang-orang terdekat gue, memang sudah bawaan dari lahirnya gue itu tukang main.

Dari SD gue tertarik sama yang namanya kamera. Gue sudah dikenal sebagai tukang foto sejak masih mengenakan seragam putih merah. Tapi sekarang ini gue punya ketertarikan baru dalam hal fotografi, gue suka difoto. Alhamdulillah berkat my instagramable husband, Mas Metra, dan adanya kamera depan di smartphone, hobi baru gue ini mulai bisa tersalurkan. Gue yang dulu suka malu-malu kalau harus beraksi di depan kamera sekarang lebih sering memalukan karena kalau kata orang Sunda itu gue loba gaya alias banyak gayanya.

Hal lain yang jadi minat gue adalah kain nusantara. Semenjak melakukan perjalanan batik trip bersama nyokap dan adik gue beberapa tahun lalu, gue jadi suka sekali mengoleksi kain nusantara. Tak jarang alasan gue traveling adalah karena ingin kenalan dengan pengrajin kain setempat.

Pada akhirnya gue merasa perjalanan yang gue pikir semula adalah bentuk dari pelarian diri dari kenyataan belum dikaruniai anak, justru menjadi sebuah perjalanan dimana gue mendapat banyak kisah untuk dituliskan dan dibagi. Itu sebabnya juga dari 3 tahun lalu, gue membuat blog dengan harapan bisa menjadi bagian dari travel blogger Indonesia. Tapi ternyata, gua malah menemukan dunia blogger yang lain, yang membuat misi dan visi gue menjadi travel blogger Indonesia gagal. Dan sekarang, gue kembali membuka lembaran baru sebagai Travel Galau.

Travel kok Galau?

travel galau travel blogger indonesia

Entah berapa banyak yang tertawa ketika gue meminta follow akun instragam Travel Galau. Kebanyakan orang justru berpikir traveling itu menghilangkan kegalauan. Sementara gue memilih menggunakan nama Travel Galau, hasil diskusi dengan Febriyan Lukito, dimana mungkin bagi sebagian besar orang terlihat nyeleneh.

Ribuan langkah dimulai dari kegalauan pertama

Tagline itu akhirnya aku dapatkan dari Yosfiqar, travel blogger Indonesia yang lebih dikenal dengan nama Kening Lebar. Senang sekali karena akhirnya ada mengerti kalau galau dalam traveling adalah hal yang lumrah.

Buat gue pribadi, galau adalah hal yang memang harus dilakukan demi mendapat pilihan yang terbaik. Galau itu ikhtiar. Ada banyak hal yang akan membuat gue galau sebelum melakukan perjalanan. Mulai dari masalah keuangan, waktu, keamanan, dan lain sebagainya. Tapi bukan berarti kegalauan gue membuat gue jadi gagal berangkat. Oh tentu tidak, kalau begitu mana mungkin gue bisa nekad ingin menjadi travel blogger Indonesia. Meski galau gue tetap pergi main, jalan-jalan, juga nongkrong di kedai kopi kok.

Yang menarik, kegalauan gue mendadak bertambah ketika gue semakin memikirkan kosep Travel Galau ini. Ada banyak drama-drama sampai akhirnya blog ini terwujud. Semula gue cuma mau bertahan dengan 1 blog saja, memfokuskan si Dian Ravi kembali pada nice travel. Tapi di awal minggu kemarin tiba-tiba saja gue mulai bertekad untuk bikin blog baru. Langsung jadi? Enggak juga, butuh beberapa hari sampai akhirnya gue jadi beli domain dan hosting lagi.

Mungkin benar, nama adalah doa. Dengan menggunakan nama Travel Galau, kegalauan gue terbukti bertambah dari biasanya. Tapi bukan berarti gue enggak menikmati semua proses itu. Bukan berarti gue akan menyesal. Karena dengan lahirnya Travel Galau di 20 Oktober 2018 ini, artinya satu langkah menuju impian gue sebagai seorang travel blogger semakin dekat. Semoga saja jejak kaki untuk melangkah bertualang pun akan dibukankan jalannya. aamiin.

Begitu kiranya pengantar gue sebagai tulisan pertama di blog ini. Tentunya nanti gue juga bakal bikin pages “about me” kok. Semoga blog ini nantinya bisa bermanfaat buat kalian yang membaca. Sharing is caring. Gue men-share cerita gue karena gue care sama kalian.

Sekali lagi, salam kenal teman-teman semua. Jangan lupa untuk mem-follow akun instagram Travel Galau ya.