5 Kendala Saat Traveling yang Pernah Dialami Travel Galau

90 / 100

bismillahirrahmanirrahim,

Traveling itu sudah seharusnya bikin perasaan senang dan bahagia. Tapi bukan berarti semua yang terjadi saat sedang berlibur itu akan selalu baik-baik saja. Kendala saat traveling kerap kali terjadi.  Namanya juga manusia, kita hanya bisa berencana, tapi tetap saja takdir kuasa Allah bisa membuat rencana kita berubah. Apa itu yang bikin nama gue Travel Galau?

Bisa jadi. Karena gue tahu ada kalanya yang namanya kendala saat traveling bisa terjadi bikin gue jadi extra hati-hati dan penuh kegalauan saat mempersiapkan liburan. Padahal meski begitu, tetap saja kerap kali gue mengalami kendala saat traveling. Hahaha… See? Sudah penuh kegalauan saja masih tetap bisa tidak sesuai rencana.

5 Kendala Saat Traveling yang Pernah Dialami Travel Galau

Memang apa saja sih kendala saat traveling yang mungkin terjadi? Nih gue kasih tahu beberapa kejadian yang pernah gue alami. Mungkin beberapa kejadian ini hal yang biasa sih, tapi tetap saja enggak jarang bisa mengubah mood liburan.

1. Cuaca buruk

seavibes penginapan di pelabuhan ratu
langitnya enggak biru cerah πŸ™

Ini baru saja terjadi saat aku menginap di Pelabuhan Ratu beberapa bulan lalu. Berharap liburan ke pantai itu cuaca cerah, bisa menikmati sunset yang cantik. Tapi hujan hampir selalu turun enggak lama begitu gue tiba di Pantai Karang Hawu.

Bad mood? Alhamdulillah kemarin sih enggak terlalu. Karena memang sudah siap menghibur diri efek lama enggak kemana-mana, bisa lihat pantai setelah sekian lama saja rasanya sudah bahagia. Kalau dalam kondisi normal bukan lagi pandemi, mungkin gue akan murung hehe… Tapi look at the bright side, karena hujan, gue bisa puas kruntelan di kamar dengan pemandangan laut. Nikmat juga kok.

2. Nyasar

Ini bukan salah gue, ini murni kesalahan Google Maps hahaha…. Gue masih enggak terima disalahin karena membuat rombongan mungil kesasar. Kejadian ini di akhir tahun 2013, perjalanan dari Ujung Kulon menuju Tanjung Lesung. Gue memang sudah menyadari kalau jalan yang ditunjuk sama Google Maps ini sepertinya bukan jalan nasional. Tapi gue sempat memastikan lagi ke karyawan hotel apa benar bisa melalui jalan ini, dia jawab bisa.

Ternyata jalan yang dimaksud Google Map masih berupa jalan tanah, habis hujan, becek, dan akhirnya mobil gue slip. Mas Metra jelas melotot dan menganggap kendala saat traveling ini salah gue. Untung saja kali ini gue pergi besama rombongan, jadi ada teman untuk mendorong mobil.

3. Sakit

Sakit saat traveling sudah beberapa kali terjadi sama gue. Bukan sakit berat memang, tapi lebih ke sakit-sakit ringan seperti sakit kepala, flue, bahkan pernah sakit perut juga. Mengganggu jelas, tapi enggak mungkin juga sembarangan minum obat.

Gue bersyukur ada aplikasi Halodoc di smartphone gue. Memang Halodoc ini merupakan aplikasi untuk memudahkan penggunanya mendapatkan akses kesehatan, senang banget gue. Melalui aplikasi ini gue bisa konsultasi secara online dengan dokter, beli obat online, daftar berobat ke dokter di rumah sakit, hingga mau buat jadwal untuk rapid test saja bisa melalui Halodoc.

Pokoknya buat gue wajib banget ada aplikasi Hadoloc di smartphone. Kebayang lagi traveling, enggak kenal daerah setempat, kemudian sakit. Pasti bingung mau cari dokter dimana, beli obat kemana.

4. Kamera rusak

kendala saat traveling

Oh no!! Mungkin di saat kendala saat traveling yang ada, ini yang paling bikin aku sedih, patah hati, mau nangis. Rencana merayakan anniversary ke Magelang beberapa tahun itu salah satunya karena gue ingin membuat foto bertema menggunakan kain di Borobudur untuk mengikuti sebuah lomba.

Sudah memilih penginapan sekitar Borobudur, biar bisa berangkat sepagi mungkin, dan puas membuat foto. Tiba di Candi Borobudur menjelang jam 6 pagi, tepat saat gerbang akan dibuka. Masuk. Keluarkan kain untuk difoto, keluarkan kamera, dan…. kamera mati, saudara-saudara! Rupanya kamera gue akhirnya mati total karena usia dan terkena percikan hujan. Jangan tanya patah hatinya seperti apa, susah digambarkan. Masih bersyukur Mas Metra membawa kamera juga dan masih ada kamera smartphone.

5. Ramai

kendala saat traveling

Ekspektasi membayangkan tempat wisata yang sepi, realita menyuguhkan kondisi bertolak belakang. Apa ini termasuk kendala saat traveling? Tentu saja. Biasanya gue sampai berhati-hati saat memilih tanggal untuk traveling. Enggak mau tanggal merah, enggak mau weekend, harus berangkat pagi, dan lain sebagainya. Tapi tetap saja ada saat-saat dimana gue menyerah liburan di saat orang lain juga ramai. Terus mau gimana?

Kejadian seperti ini biasanya kalau lagi mudik, dan diajak jalan sama mertua. Masa iya gue menolak jalan-jalan? Duh, rugi besar itu. Ya kalau seperti ini biasanya yang bisa gue hanya bisa menikmati keadaan yang ada. Cari sudut-sudut sepi untuk berfoto biar enggak tampak terlalu ramai.

Nah itu dia kurang lebih beberapa kendala saat traveling yang pernah gue alami. Sebenarnya sih masih banyak lagi. Tapi biar bagaimanapun semua kisah itu, baik yang tidak ada kendala maupun yang ada kendala pada akhirnya jadi kenangan tersendiri buat gue. Gue tetap bersyukur atas semua itu. Karena pasti ada hikmah dari setiap kejadian. Kalian pernah mengalami kendala apa saat traveling, ceritakan dong di kolom komentar.

x.o.x.o

travel galau

2 thoughts on “5 Kendala Saat Traveling yang Pernah Dialami Travel Galau

  1. Paling sebel kalo travelling kamar mandinya jauuuuuh πŸ˜‚ Kita jadi harus jalan/muter balik lagi wkwk. Trus juga mushola, penting banget itu. Kalo bisa bersih deh. Kl kotor itu rada ga nafsu tapi terpaksa karena wajib kan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *