Tata Cara Sholat Dhuha dan Niat Sholat Dhuha

75 / 100

bismillahirrahmanirrahim,

Sholat dhuha merupakan sholat sunnah yang selalu dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dan tidak pernah meninggalkannya. Pahala dalam melaksanakan sholat dhuha sangat besar karena itu rasulullah tidak pernah meninggalkannya.

Selain itu juga keutamaan mengerjakan sholat dhuha yaitu mendapatkan ampunan penuh dari Allah SWT baik dosa seseorang pada masa lalunya. Dalam hadits disebutkan bahwa nabi Muhammad SAW bersabda :

“Siapa yang membiasakan diri [untuk menjaga] salat duha, dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan,”

H.R. Tirmidzi

Maka dari itu insya Allah jika kita menjaga sholat dhuha maka kita akan mendapat ampunan dari Allah SWT dan menghapus semua dosa yang pernah kita lakukan.

Selain itu juga ada hadist yang menyatakan bahwa Rasulullah menyebut jika melaksanakan sholat dhuha merupakan sedekah bagi anggota tubuh. Berikut haditsnya :

“Setiap pagi, ruas anggota tubuh kalian harus dikeluarkan sedekahnya. Amar ma’ruf adalah sedekah, nahi mungkar adalah sedekah, dan semua itu dapat diganti dengan salat duha dua rakaat,”

H.R Muslim

Jumlah rakaat dalam melaksanakan sholat dhuha minimal dua rakaat dan paling banyak dua belas rakaat. Waktu mengerjakan sholat dhuha yang baik yaitu pada jam 07.00 pagi hingga 11.00 siang dan bisa lakukan berjamaah dan anjurannya dilakukan sendiri.

Berikut bacaan niat sholat dhuha dua rakaat :

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى
“Ushalli sunnatad dhuhā rak‘ataini lillāhi ta‘ālā.”
Artinya: “Aku menyengaja salat sunah duha dua rakaat karena Allah SWT.”

Berikut tata cara melaksanakan salat dhuha :

  1. Berdiri tegak menghadap kiblat
  2. Membaca niat salat duha
  3. Mengucap takbir ketika takbiratul ihram sambil membaca niat di dalam hati.
  4. Membaca doa iftitah
  5. Membaca surat Al-Fatihah Dilanjutkan membaca salah satu surat dalam Al-Qur’an. Surat yang dianjurkan setelah membaca Al-Fatihah yaitu surat As-Syams dan Ad-dhuha
  6. Ruku
  7. Iktidal
  8. Sujud pertama
  9. Duduk di antara dua sujud
  10. Sujud kedua
  11. Bangkit dari sujud, lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan seperti di rakaat pertama
  12. Setelah bangkit dari sujud kedua di rakaat kedua, duduk tasyahud, lalu salam.

Setelah melaksanakan sholat dhuha, kita dianjurkan membaca doa sholat dhuha agar lebih sempurna. Berikut dua doa sholat dhuha :

اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ
“Allāhumma innad dhuhā’a dhuhā’uka, wal bahā’a bahā’uka, wal jamāla jamāluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ishmata ishmatuka.”
Artinya: “Wahai Tuhanku, sungguh dhuha ini adalah duha-Mu, keagungan ini adalah keagungan-Mu, keindahan ini adalah keindahan-Mu, kekuatan ini adalah kekuatan-Mu, dan penjagaan ini adalah penjagaan-Mu.”


اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعْسِرًا (مُعَسَّرًا) فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
“Allāhuma in kāna rizqī fis samā’i fa anzilhu, wa inkāna fil ardhi fa akhrijhu, wa inkāna mu’siran (mu‘assaran) fa yassirhu, wa in kāna harāman fa thahhirhu, wa inkāna ba‘īdan fa qarribhu, bi haqqi duhā’ika wa bahā’ika wa jamālika wa quwwatika wa qudratika. ātinī mā atayta ‘ibādakas shālihīn.”
Artinya: “Wahai Tuhanku, jika rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah. Jika berada di dalam bumi, maka keluarkanlah. Jika sukar atau dipersulit [kudapat], mudahkanlah. Jika [tercampur tanpa sengaja dengan yang] haram, sucikanlah. Jika jauh, dekatkanlah dengan hak duha, keelokan, keindahan, kekuatan, dan kekuasaan-Mu, datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada para hamba-Mu yang saleh.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *